Senin, 10 November 2014

Review Mobil Proton NEO R3

Review Mobil Proton Gen 2

kali ini akan memberikan ulasan mengenai salah
satu mobil proton yang terbaik yaitu Neo R3, bagaimana kelebihan dan layanan daripada mobil ini secara
lengkap dan detail, salah satu varian
dari proton ini memiliki tampilan yang
sporty dengan body yang lebih Extrim
akan membuat anda mengemudi
dengan style yang percaya diri, dengan 4 pilihan warna maka
membuat anda bisa punya pilihan
warna sesuai kesukaan anda,
ketangguhan mobil NEO R3 ini
terbukti tangguh dan lincah pada
arena rally dunia asia pasifik beberapa waktu yang lalu.

PT Proton Edar Indonesia (PEI)
memberi kejutan dengan kembali
menjual Neo. Bukannya apa, setelah
Suprima S muncul, banyak yang
menduga bahwa Suprima S hadir sebagai pengganti Neo untuk menjadi
andalan Proton di pasar hatchback
Indonesia. Ternyata itu salah, nama R3
sendiri diambil dari singkatan Race
Rally Research. Mereka adalah divisi
khusus yang kerap melakukan upgrade terhadap mobil-mobil Proton. Di Neo R3 ini perubahan lebih kepada
sektor tampilan. Bodi mobil bisa
dibilang sama, tapi pelek yang
digunakan sudah memakai R3. Pelek
palang 6 ini berdesain sporti terlebih
dengan warna Gunmetal Shade. Roda itu lalu dilapis ban Continental yang
ketika kami uji memberi grip cukup
mumpuni.

Selain eksterior, Neo R3 juga ada
perbedaan di interiornya. Yang paling
mencolok adalah bentuk jok semi
bucket dengan sandaran yang lebih
lebar. Selain bentuknya, bahan yang
digunakan kini paduan antara kulit dan suede. Diimbuh jahitan berwarna
merah, jadilah kabin Neo R3 lebih
sporti dan elegan. Jauh lebih baik
dibanding Neo CPS dulu. Jika sebelumnya fasilitas head unit
terhitung biasa, maka di Neo R3 sudah
lebih lengkap. Head unit Double-DIN
itu kini sudah berkonektivitas USB,
Aux-In, SD card, dan Bluetooth.
Navigasi disebutkan juga ada tapi di unit tes kami ini entah mengapa belum
bisa diaktifkan. Tak beda dengan masalah Neo
sebelumnya, kepraktisan Neo R3
cukup menyedihkan. Cup holder
cuma 3 dan tempat penyimpanan
terhitung minim. Mengatur ketinggian
bangku saja sampai harus membuka pintu karena tuasnya tersembunyi
dan sempit. Tak beda dengan
legroom. Untuk penumpang depan
tidak masalah, namun untuk
penumpang belakang sebaiknya
tidak ditempati oleh mereka yang berkaki jenjang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar